Surat dari ayah
Puteriku,
Puteriku yang beriman dan beragama!
Puteriku yang terhormat dan beragama,
ketahuilah yang menjadi korban semua ini bukan orang lain terkecuali engkau.
Oleh kerana itu, jangan berikan diri mu semudah itu,
hanya dengan ucapan mereka yang menghalalkan pergaulan
atas alasan hak asasi, modernisme dan emansipasi.
sedangkan daku adalah seorang ayah mu,
bila daku membela mu,itu karena kau putri q
kuingin kau bahagia seperti yang kuinginkan,
Sesungguhnya kemuliaan yang tercela tidak akan kembali,
martabat yang hilang tidak akan dapat ditemui kembali.
Bila anak puteri jatuh,
tiada yang mahu menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan,
yang engkau dapati mereka hanya merebut kecantikan,
apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi,
persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang sudah tersisa,
Inilah nasihatku padamu, puteriku.
Inilah kebenaran, sedarilah bahawa di tanganmulah, kunci pintu perbaikan,
Bila diri kalian diperbaiki, dengan demikian umat pun kan menjadi baik.
-Ayahmu-
Coretan ini betul2 mmberikn keinsafan...
walaupun diri sndri tidak dfikirkan krn tlh hanyut dgn nafsu yg tidak brksudahan yg sntiasa dibisikkn oleh Syaitan,fikirkan lah perasaan seorg ayh yg brusaha mlindungi anknya dr dcerobohi dengan sewenang-wenangnya.... begitu hncur luluh hati seorg ayh jika tahu ank yg disayangi dgn spnuh hati dan dlindungi dgn nyawanya sndiri, dgn tnpa cra yg btul mnhalalkn sndri prbuatan yg dbenci oleh Pencipta.
Sama-samalah kita renungkan.....wahai sahabat q
Puteriku,
Puteriku yang beriman dan beragama!
Puteriku yang terhormat dan beragama,
ketahuilah yang menjadi korban semua ini bukan orang lain terkecuali engkau.
Oleh kerana itu, jangan berikan diri mu semudah itu,
hanya dengan ucapan mereka yang menghalalkan pergaulan
atas alasan hak asasi, modernisme dan emansipasi.
sedangkan daku adalah seorang ayah mu,
bila daku membela mu,itu karena kau putri q
kuingin kau bahagia seperti yang kuinginkan,
Sesungguhnya kemuliaan yang tercela tidak akan kembali,
martabat yang hilang tidak akan dapat ditemui kembali.
Bila anak puteri jatuh,
tiada yang mahu menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan,
yang engkau dapati mereka hanya merebut kecantikan,
apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi,
persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang sudah tersisa,
Inilah nasihatku padamu, puteriku.
Inilah kebenaran, sedarilah bahawa di tanganmulah, kunci pintu perbaikan,
Bila diri kalian diperbaiki, dengan demikian umat pun kan menjadi baik.
-Ayahmu-
Coretan ini betul2 mmberikn keinsafan...
walaupun diri sndri tidak dfikirkan krn tlh hanyut dgn nafsu yg tidak brksudahan yg sntiasa dibisikkn oleh Syaitan,fikirkan lah perasaan seorg ayh yg brusaha mlindungi anknya dr dcerobohi dengan sewenang-wenangnya.... begitu hncur luluh hati seorg ayh jika tahu ank yg disayangi dgn spnuh hati dan dlindungi dgn nyawanya sndiri, dgn tnpa cra yg btul mnhalalkn sndri prbuatan yg dbenci oleh Pencipta.
Sama-samalah kita renungkan.....wahai sahabat q
Komentar
Posting Komentar